expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 02 November 2012

Malam Sabtu Yang Galau

Bingung nulis apa.
Tapi daripada punya blog sama sekali gak pernah nulis percuma kan ?
Sekarang ngebahas apa yaa ?
Tweew. .Tweew, malah ngeloading.
Sedikit curhat aja ya, kemarin tanggal 1 November dikampus ngadain acara edu fair, menghadirkan pemateri yang sangat luarr biasa, Siapa coba ?
Andri Arsyl (pacar saya pastinya,haha) sama Ridwan Kamil.
Luar biasa banget kisah dari sebagian pengalaman hidup mereka.
Andi Arsyl dulunya gak sehebat seperti yang saat ini terkenal lho.
Awalnya dia itu sama aja kaya kita".
Malahan dahulu dia sama kaya aku gak suka nulis.hee
Cuma, karena dia sering nulis apa aja yang ada dibenaknya dia akhirnya dia terbiasa sehingga bisa dan jadilah penulis yang luar biasa seperti saat ini.
Maka dari itu, makanya saya coba" aja ngikutin jalannya Andi Arsyl, kali aja aku terbiasa dan akhirnya bisa.
Karena Orang akan bisa jika dia telah terbiasa. Betul gak ??
Tapi entah kenapa malam ini galau banget. hipnotisnya Andi Arsyl masih belum ilang. hooo
Dan masih teringat juga motto hidup dia "Tulislah apayang kamu baca, dan bacalah apa yang kamu tulis"
meskipun kayanya seperti kata yang bolak balik tapi makna'y luar biasa banget lho.
Perlu diingat juga ya, bahwa meskipun kita diciptakan dengan penuh keterbatasan ternyata karena keterbatasan itulah kita bisa mengembangkan potensi yang kita punya dengan tidak terbatas.Itu kata Andi Arsyl juga.
Duh... perlu bacaan yang banyak lagi nih, biar bisa nulis secara ilmiah gak acak"an gini. Tapi gpp lah namanya juga belajar.heee
Good Night yooo ;)

Kamis, 08 Desember 2011

Kisah Seorang Anak dan Ayahnya




Ada seorang anak laki-laki yang mempunyai watak buruk.
Ayahnya memberi ia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku sebatang paku di pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar, pada minggu-minggu berikutnya ia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang di pagarnya berkurang dari hari ke hari. dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memku di pagar. akhirnya tiba hari ketika ia tak perlu lagi memaku sebatang pakupun, dan dia menyampaikannya dengan gembira kepada ayahnya.
ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut paku setiap hari apabila ia menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba ia untuk menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke depan pager dan berkata "Anakku engkau telah berlaku baik, tetapi lihatlah betapa banyak lubang yang ada di pagar, pagar ini tak akan kembali seperti semula kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain,hal itu selslu meninggalkan luka seperti luka pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau ke punggung oranglain dan mencabutnya kembali,tetapi akan meninnggalkan luka.Tak peruli kberapa kali kau minta maaf dan menyesal,lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik, kawan-kawan adalha kisah yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan.Mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukanlah kepada mereka bahwa betapa kau menyukai mereka.
Untuk mengakhiri : "Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu mempercayakan suatu rahasia" (Alessandro Manzoni) "