Khadijah adalah cinta pertama rosululloh SAW, terkenang semasa remaja beliau dan masa dakwahnya yang masih begitu berat.
Bersama Khadijah, kala itu Rosululloh SAW melewati hari-harinya manis maupun pahit. Bilik-bilik gati beliau pun sesak dengan nilai pengorbanan dan bakti sang Kadijah.
Kadijah meninggal. Kenyataan pahit memeksa Rosul menanggung perihnya perpisahan.Belum rampung Rosul mengenang kisah indahnya bersamanya, mengenang senyum-senyum yang pernah ia suguhkan.merunut jejak cinta beliau lewati bersamanya, kaum Quraisy tak mau tahu. Mereka tetap saja menyerang Rosul, hingga beliau memutuskan untuk pindah ke tanah Thaif agar suara sumbang Quraisy tak lagi terdengar.
Beliau pergi ke Thaif sendirian, namun bayangan Khadijah tetap mengiringi tapaknya,Menyusur jalan bersama. Perjalanan begitu panjang, sedang pendamping entah berapa jaraknya, terpisah dunia.
Sesampai di Thaif, beliau berharap ada kalima-kalimat sejuk yang bisa menenangkan beban hatinya atau sentuhan kasih sayang yang mengurangi sakitnya. Namun ternyata berbalik, yang beliau terima kumpulan manusia yang jahil akan cinta. Hati beliau terluka, ia butuh obat untuk mengobatinya. Dan tak ada yang lain kecuali manusia yang siap dengan cemooh serta cacian yang beliau dapati dari kanan, kiti semua.
KEmana engkau wahai Muhammad ? Kemana kau akan pergi? Kepada sepohon kayukah yang bisa berteduh dibawahnya , untuk sekedar mengobati luka-luka,untuk memecah sepi yang selalu mencintaimu. Sesuatu yang bisa bersama merasakan pahit dihatimu. Khadijah yang beliau cintai meninggal, Quraisy bumi kelahirannya mengusir, Thaif tanah pengasingan pun mengunci rapat pintu untuknya. Kemana engkau akan mengadu ? ekmana engkau akan melangkah?
Ketika semua pintu tertutup, ketika semuabebak semakin menjadi, beliau alihkan semua rasa itu ke SAng Pemilik Segala kunci masalah.
"Ya Allah, aku mengadu kepada_Mu akan lemahnya kekuatanku, sedikitnya dayaku, serta ginanya diriku di depan manusia. Engkau Tuhan orang-otang lemah, dan Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Kepada sesuatu yang jauh yang Engkau jumpakan kepadaku,atau kepada musuh yang engkau kuasakan urusanku padanya. Jika tidak ada Kemarahan_Mu atasku maka tak akan aku pedulikan. Namun, pengampuana_Mu lebih luas untukku dari dosa-dosaku.
Aku berlindung kepada cagaya Wajahm_Mu yang Mulia, yang karenanya bersinar langit-langit dan bumi, terang seluruh kegelapan dan menjadi baik atasnya perkara dunia dan akhirat dari sampainya kemarahan_Mu atasku. Bagi_Mu teguran hingga Engkau Ridha. Tidak ada daya upaya melainkan pertolongan dari_MU "
Wahai Muhammad, bersabarlah akan sakitmu, turunlah ke Mekkah, tunggulah saat kemenangan itu. Kemenangan akan tiba, sedang coba selalu ada di muka.
Bersama Khadijah, kala itu Rosululloh SAW melewati hari-harinya manis maupun pahit. Bilik-bilik gati beliau pun sesak dengan nilai pengorbanan dan bakti sang Kadijah.
Kadijah meninggal. Kenyataan pahit memeksa Rosul menanggung perihnya perpisahan.Belum rampung Rosul mengenang kisah indahnya bersamanya, mengenang senyum-senyum yang pernah ia suguhkan.merunut jejak cinta beliau lewati bersamanya, kaum Quraisy tak mau tahu. Mereka tetap saja menyerang Rosul, hingga beliau memutuskan untuk pindah ke tanah Thaif agar suara sumbang Quraisy tak lagi terdengar.
Beliau pergi ke Thaif sendirian, namun bayangan Khadijah tetap mengiringi tapaknya,Menyusur jalan bersama. Perjalanan begitu panjang, sedang pendamping entah berapa jaraknya, terpisah dunia.
Sesampai di Thaif, beliau berharap ada kalima-kalimat sejuk yang bisa menenangkan beban hatinya atau sentuhan kasih sayang yang mengurangi sakitnya. Namun ternyata berbalik, yang beliau terima kumpulan manusia yang jahil akan cinta. Hati beliau terluka, ia butuh obat untuk mengobatinya. Dan tak ada yang lain kecuali manusia yang siap dengan cemooh serta cacian yang beliau dapati dari kanan, kiti semua.
KEmana engkau wahai Muhammad ? Kemana kau akan pergi? Kepada sepohon kayukah yang bisa berteduh dibawahnya , untuk sekedar mengobati luka-luka,untuk memecah sepi yang selalu mencintaimu. Sesuatu yang bisa bersama merasakan pahit dihatimu. Khadijah yang beliau cintai meninggal, Quraisy bumi kelahirannya mengusir, Thaif tanah pengasingan pun mengunci rapat pintu untuknya. Kemana engkau akan mengadu ? ekmana engkau akan melangkah?
Ketika semua pintu tertutup, ketika semuabebak semakin menjadi, beliau alihkan semua rasa itu ke SAng Pemilik Segala kunci masalah.
"Ya Allah, aku mengadu kepada_Mu akan lemahnya kekuatanku, sedikitnya dayaku, serta ginanya diriku di depan manusia. Engkau Tuhan orang-otang lemah, dan Engkau Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Kepada sesuatu yang jauh yang Engkau jumpakan kepadaku,atau kepada musuh yang engkau kuasakan urusanku padanya. Jika tidak ada Kemarahan_Mu atasku maka tak akan aku pedulikan. Namun, pengampuana_Mu lebih luas untukku dari dosa-dosaku.
Aku berlindung kepada cagaya Wajahm_Mu yang Mulia, yang karenanya bersinar langit-langit dan bumi, terang seluruh kegelapan dan menjadi baik atasnya perkara dunia dan akhirat dari sampainya kemarahan_Mu atasku. Bagi_Mu teguran hingga Engkau Ridha. Tidak ada daya upaya melainkan pertolongan dari_MU "
Wahai Muhammad, bersabarlah akan sakitmu, turunlah ke Mekkah, tunggulah saat kemenangan itu. Kemenangan akan tiba, sedang coba selalu ada di muka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar